My Family

Sewaktu kecil anak-anak lelaki menjadi perhiasan mata kerana lucunya,kerana dia tupuan harapan,maka setelah dia besar, dia menjadi kebanggaan kerana kejayaan hidupnya. ( Hamka).

Universitas Andalas

Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??

Jawara Group - Riau

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya

Pantai Sikabau Pasaman Barat

Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang.Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini.Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.

Mona Plaza Hotel

Yang Anda pikirkan, menentukan yang Anda lakukan.Dan yang Anda lakukan, menentukan yang Anda hasilkan.Maka ukuran dan kualitas dari pikiran Anda,menentukan ukuran dan kualitas hasil dari pekerjaan Anda.

My Room, Mahad Al-Jamiah UIN SUSKA

Tersenyumlah pada sesamamu, ketahuilah bahwa mungkin senyumanmu memiliki arti yg besar bagi mereka

BEM UIN SUSKA

Anda belum disebut menemukan tujuan hidup Anda yang sebenarnya, jika orang lain tidak bisa merasakannya dalam ketetapan pandangan mata Anda, dalam kejelasan bicara, dalam ketegasan langkah, dan dalam kekuatan dari alasan-alasan Anda.

I Love Theater

Percayalah akan kemampuan dirimu sendiri, itu akan menghindarkanmu dari orang-orang yg ingin mematahkan semangatmu Aku hanya manusia biasa, memiliki hidup yang biasa. Namun kehadiran dirimu mengubah segalanya, kau membuatku merasa sempurna..

Mesjid Al-Azhar UNP

Kebanyakan orang sukses adalah yang mampu menggunakan imajinasi pikirannya, menerawang kedepan, membuat gambaran-gambaran dengan semua rinciannya, menambal sulam semua kekurangan, mencoba melaksanakannya, dan terus mewujudkannya.

Alam Mayang Siak

Perbedaan antara orang sukses dengan orang-orang biasa adalah bukan karena kurangnya tenaga, atau bukan juga karena kurangnya pengetahuan, tetapi lebih pada kurangnya kemauan.

HMJ MPS IAIN IB

Hanya orang-orang yang hebat yang mampu membuat anda merasa bisa menjadi hebat. Dan tahukah anda, hanya andalah yang mampu membuat anda merasa hebat.

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Yang kikir, yang pemurah

Di antara manusia ada yang kikir dan ada pula yang dermawan… Orang yang kikir mengukur laba rugi berdasarkan motif duniawi belaka…, sedangkan orang dermawan menilai laba rugi berdasarkan motif ukhrawi yang jauh lebih baik dan kekal…
Diriwayatkan, bahwa: Seorang lelaki pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya seorang fakir yang banyak anaknya. Bila pemilik kurma itu memetik buah kurma, maka dia  memetiknya dari rumah tetangganya, dan jika ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak yang fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut anak-anak itupun dipaksa dikeluarkan…
Orang fakir itu mengadukan hal ini kepada Rasulullah SAW dan beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: “Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Fulan, dan bagianmu sebagai gantinya pohon kurma di surga”. Pemilik kurma itu menanggapi: “Hanya sekian tawaran tuan?” Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya”… Pemilik kurma itu pergi.
Pembicaraan dengan Nabi SAW tersebut terdengar oleh seorang Dermawan yang langsung menghadap kepada Rasulullah SW dan bertanya: “Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadi milikku?” Rasulullah SAW menjawab: “Ya!” Maka pergilah orang itu menemui sang pemilik kurma. Pemilik pohon kurma itu berkata: “Apakah anda tahu bahwa Muhammad SAW menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Dan bahwa aku catat tawarannya, akan tetapi buahnya sangat mengagumkan, padahal aku banyak mempunyai pohon kurma dan tidak ada satupun yang buahnya selebat itu?” Orang Dermawan tadi menanggapi: “Apakah anda mau menjualnya?” Ia menjawab: “Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, tapi… pasti tidak akan ada yang sanggup”. Dermawan itu mengatakan: “Berapa yang anda inginkan?” Ia berkata: “Aku inginkan empat puluh pohon kurma”. Ia terdiam kemudian berkata lagi: “Anda minta yang bukan-bukan, baik aku berikan empat puluh kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika anda benar mau menukarnya”. Ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan pertukaran itu.
Dermawan tadi menghadap Rasulullah SAW dan berujar: “Wahai Rasulullah! Pohon kurma itu telah menjadi milikmu dan aku akan serahkan kepada tuan”. Maka Rasulullah SAW berangkat kepada pemilik rumah yang  yang fakir itu dan bersabda: “Ambillah pohon kurma itu untukmu dan kelurgamu”. Sehubungan dengan kasus inilah turun surat Al Lail (S: 92) dari ayat 1 hingga terakhir. (Lihat, Jalaluddin As Suyuthi/ Ad Darr al Mantsur/ Juz X/ hal 278)
Terjemahan maksud surat Al Lail:
1.  Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2.  Dan siang apabila terang benderang,
3.  Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4.  Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5.  Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6.  Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7.  Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8.  Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9.  Serta mendustakan pahala terbaik,
10.  Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11.  Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia Telah binasa.
12.  Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
13.  Dan Sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
14.  Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
15.  Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
16.  Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17.  Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18.  Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
19.  Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
20.  Tetapi (Dia memberikan itu semata-mata) Karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.
21.  Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

Abdul Muis Mahmud
UG-Jumat, 24 Desember 2010 pukul 7:56:31

Bahaya Berita Fasik

Oleh : Abdul Muis Mahmud

Suatu ketika Nabi mengutus Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’ith untuk memungut zakat Bani Mustaliq. Ia menerima tugas itu tanpa ragu-ragu. Tetapi syethan telah menggoda hatinya dan menggoncangkan imannya. Ia merasa was-was untuk pergi ke Bani Mustaliq itu, karena khawatir kalau dirinya akan dibunuh. Di tengah jalan, sambil memperlambat jalan untanya, ia bimbang dan ragu, berat rasanya untuk memenuhi tugas yang dibebankan Nabi, sebab jiwanya pengecut. Maka diputuskannya lagi untuk kembali ke Medinah.

Setelah sampai di sana, ia bercerita kepada Nabi:
“Bani Musthaliq kini telah kembali kafir. Mereka tidak mau menunaikan zakatnya, dan bahkan mereka sudah sepakat untuk menyerang kaum muslimin.” (H.R. Ahmad dalam Musnad).

Islam dan Prinsip Keadilan

Oleh : Abdul Muis Mahmud

Pada suatu hari Ali Abi Thalib r.a kehilangan baju besi kesayangannya dan berusaha mencarinya. Tak lama kemudian beliau dapati baju besi itu di tangan seorang laki-laki ahli zimmah (non muslim yang hidup di bawah perlindungan Islam), yang akan menjualnya di pasar Kaufah.

Setelah baju besi itu ditelitinya, maka ia berkata: “Baju besi ini adalah milikku yang terjatuh dari ontaku di malam ini dan di tempat itu…”

Ali r.a menegaskan: “Ia milikku yang tidak pernah aku perjual belikan kepada seseorangpun, dan tidak pernah aku hadiahkan kepada seseorangpun hingga kini berada di tanganmu..!“

Jagalah diri dari neraka walaupun dengan sebutir kurma

   Marilah kita merenung sejenak, terutama sa’at-sa’at larut malam sedang memeluk insan dalam dengkuran tidur yang nyenyak. Di sa’at manusia memperlihatkan wajah polos, siapapun dianya… walaupun di kala bangunnya, wajah itu terkadang ditutupi topeng-topeng yang berwarna-warni…
Mari kita meletakkan beban yang menghentak di puncak kepala, dan menyenak di jiwa…, kala bunga-bunga dunia memukau kita agar berpaling kepadanya dengan mengorbankan ketulusan, kejujuran dan cinta kasih… Lalu dipaksanya kita menutupi borok di muka dengan topeng kepalsuan…
Renungan itu membawa kita untuk menginsafi jatidiri, bahwa; kita hadir di dunia ini sementara waktu dan kelak kita akan menghadap kepada Handai Tertinggi; Rabbul ‘Izzati, pada hari liqa’ (pertemuan itu) terjadi.
Seperti wajah-wajah polos dalam dengkuran tidur tengah malam itu, tak ada perbedaan antara wajah pencinta dengan pembenci, antara si adil dengan si zalim, si kaya dengan si miskin… maka kita hadapkan jiwa raga kita kepada Allah SWT dengan kepolosan hati, meminta kepadaNya ampunan dan kasih sayangNya, agar memelihara kita dari siksa neraka…
Nabi SAW pernah mengingatkan kita, agar memelihara diri dari neraka, meskipun dengan sebutir kurma… “jika kamu tidak mendapati separoh kurma”, kata beliau, “maka dengan kata-kata yang baik...”
Pesan Al Musthafa SAW tersebut seperti tercantum di bahwa ini:
جامع الأصول في أحاديث الرسول - (ج 11 / ص 313)
8877 - (خ) عدي بن حاتم - رضي الله عنه - قال : «بينما أنا عند النبي -صلى الله عليه وسلم- ، إِذ أتاهُ رجل. فشكا إِليه الفاقة ، ثم أتاهُ آخر فشكا إِليه قَطْع السبيل-[314]- فقال يا عدي ، هل رأيت الحِيرَةَ ؟ قلت: لم أرها ، وقد أنبئت عنها ،قال: إن طالت بك حياة لَتَرَيَنَّ الظَّعينة ترحل من الحِيرة حتى تطوف بالكعبة. لا تخاف أحدا إِلا الله تعالى. قلت: فيما بيني وبين نفسي : فأين دُعَّارُ طَيِّء الذين سعَّروا في البلاد ؟ - ولئن طالت بك حياة لتفتحن كنوز كسرى ، قلت: كِسرى بن هُرْمُز ؟ قال: كسرى بن هرمز، ولئن طالت بك حياة لَتَرَيَنَّ الرجل يُخرج مِلء كَفِّه من ذهب أو فضة يطلب من يَقْبَلُهُ، فلا يجد أحدا يقبله منه ، ولَيَلْقِيَنَّ الله أحدُكم يوم يلقاه ، وليس بينه وبينه حجاب ، ولا تَرْجمان يُترجم له. فليقولن : ألم أبعث إِليك رسولا فيُبلغك ؟ فيقول : بلى يا رب ، فيقول : ألم أعطك مالا وأُفْضِلْ عليك ؟ فيقول : بلى ، فينظر عن يمينه ، فلا يرى إِلا جهنم ، وينظر عن يساره فلا يرى إِلا جهنمي. قال عدي : فسمعتُ النبي -صلى الله عليه وسلم- يقول : اتقوا النار ، ولو بشق تَمرة، فمن لم يجد شِقَّ تمرة فبكلمة طيبة.
قال عدي : فرأيت الظعينة ترتحل من الحيرة حتى تطوف بالكعبة لا تخاف إِلا الله. وكنتُ فيمن افتتح كنوز كسرى بن هرمز. ولئن طالَت بكم حياة لَتَرَوُنَّ ما قال أبو القاسم -صلى الله عليه وسلم- يُخرج». أخرجه البخاري. (2/135و4/240)
Dari 'Adi bin Hatim ra., ia berkata : "Ketika saya ada disisi Nabi SAW. tiba-tiba datanglah seorang laki-laki kepada beliau, dia mengadukan kepada beliau tentang kemiskinan, kemudian datanglah kepada beliau orang lain yang mengadukan kepada beliau tentang penyamun. Lalu Rasulullah SAW, bersabda : "Wahai Adi, apakah kamu melihat Hirah ?" Saya menjawab : "Belum melihatnya, saya telah diberi tahu tentang Hirah itu". Rasulullah SAW. bersabda : "Jika kamu hidup lama (panjang umur) niscaya kamu akan melihat sekedup berangkat dari Hirah sehingga thawaf di Ka'bah, sekedup itu tidak takut pada seseorang kecuali kepada Allah". Saya berkata tentang sesuatu antara saya dan diri saya (berguman) : "Dimanakah penyamun yang membuat keonaran di suatu negara ?" (Nabi SAW. bersabda) : "Jika kamu hidup lama (panjang umur), kamu akan menaklukkan perbendaharaan Kisra". Saya bertanya : "Kisra bin Hurmuz ?" Nabi SAW. bersabda : "Kisra' bin Hurmuz, dan jika kamu hidup lama (panjang umur), niscaya kamu akan melihat seorang laki-laki mengeluarkan emas atau perak sepenuh telapak tangannya, mencari or­ang yang mau menerimanya namun ia tidak mendapat seorangpun yang mau menerimanya. Dan seseorang diantaramu akan bertemu Allah pada hari pertemuan itu, yang antara dia dengan Tuhan tidak ada penterjemah yang menterjemahkan. Maka sungguh Dia (Tuhan) berfirman kepadanya: "Tidakkah aku mengutus kepadamu seorang Rasul yang menyampaikan kepadamu (kerisalahan) ?" Ia menjawab : "Ya". Lalu ia melihat sebelah kanannya, ia tidak melihat kecuali Jahannam dan melihat kesebelah kirinya, ia tidak melihat kecuali Jahannam. 'Adi berkata : "Saya mendengar Nabi SAW. bersabda : "Jagalah dari neraka walaupun dengan separoh kurma, jika kamu tidak mendapati separoh kurma maka dengan kata-kata yang baik. 'Adi ra. berkata : Lalu saya melihat sekedup yang berangkat dari Hirah sehingga thawaf di Ka'bah sekedup itu tidak takut kecuali kepada Allah. Dan saya termasuk orang-orang yang menaklukkan perbendaharaan Kisra bin Hurmuz dan sungguh jika kalian hidup lama (panjang umur), niscaya kalian akan menyaksikan apa yang telah disabdakan oleh Nabi, ayah Qasim SAW. yaitu : "Orang mengeluarkan sepenuh telapak tangannya". ((Sheheh Al Bukhari/Juz II/ hal 135 dan juz IV/ hal 240 (Jami’ al Ushul fii ahaadits al Rasul/ Juz  XI/ hal 313))
Oleh : Abdul Muis Mahmud ( Ayahanda tercinta )

Tentang dampak perbuatan negatif

Sastrawan kondang almarhum A.A. Navis dalam kumpulan cerpennya “Robohnya Surau Kami” (Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 1994)  sub judul “Datangnya dan Perginya” halaman 53 sd 64.. telah menyampaikan pesan moral yang sungguh menggugah hati, tentang kekeliruan yang dilakukan anak manusia, meskipun yang bersangkutan telah berobah pola hidupnya seratus delapan puluh derajat, (telah menjadi orang surau dan ta’at beribadah kepada Allah SWT) namun…. Dampak negatif atas kekeliruan dan kecerobohan itu masih sulit dihapus dalam perjalanan hidup mendatang. … dampak negatif itu sungguh sangat memilukan.
Apa yang ditulis Navis dalam kumpulan cerpennya itu, dengan tokoh cerita:  ayah Masri, Masri, Iyah dan Arni… mengingatkan saya kepada pesan moral yang terdapat dalam kisah Adam dan Hawa di dalam Al Quran yang telah melakukan pelanggaran ( Q.S: 2:35, 2:36, 7:19, 7:20, 7:22, 20:120, 20:121)… Adam dan Hawa telah bertaubat kepada Allah SWT, dan taubatnya diterima Allah… Tetapi mereka sama sekali tidak dapat menghindarkan diri dari dampak perbutan keliru itu, yakni; turun ke bumi dan menjalani kehidupan sedemikian rupa; berpisah selama empat puluh tahun dan seterusnya… dan seterusnya…
Anak manusia seringkali melupakan dampak mendatang dari perbuatan negatif yang akan atau sedang dilakukannya… Kalaupun, dia mengetahui akan resiko fatal yang mungkin terjadi… namun rayuan dunia dan nyanyian iblis seringkali lebih memukau, lebih menggairahkan dan menggiurkan… Maka tidak berguna lagi baginya ilmu pengetahuan dan titel yang dia miliki…, semua ia korbankan demi kenikmatan sesa’at dan khayalan yang bukan-bukan…
Apa yang menimpa para penguasa durjana dan tiranik dengan akhir kehidupan mengenaskan… Apa yang dialami para koruptor yang telah menikmati kekayaan secara illegal, dan berakhir di penjara… merupakan pelajaran kecil tentang akibat paling kecil (bila dibandingkan dengan azab paling besar di akhirat) yang bakal dihadapi oleh orang-orang yang berbuat kerusakan dan pelanggaran di dunia dekil dan kerdil ini…
Jadi, tokoh-tokoh seperti Fir’aun, Haman dan Qarun… Kisah Zin Nun (Yunus, as)  yang meninggalkan kaumnya sebelum perintah Tuhan datang…, dan sebagainya… dan sebagainya… adalah pelajaran maha penting bagi kita dalam berfikir sebelum bertindak.. Seperti kata bijak “fikir dahulu pendapatan, fikir kemudian tiada berguna”,  atau dengan indah diungkapkan Al Quran pada surat Ali Imran ayat 190 sd 194 yang bermaksud:
190.  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191.  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
192.  Ya Tuhan kami, Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
193.  Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.
194.  Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

Abdul Muis Mahmud
UG-Kamis, 23 Desember 2010 pukul 05:38:01

Ketika situasi hidup telah berubah

“Perjalanan nasib manusia seperti roda pedati…”, demikian pepatah orang tua-tua, “sekali ke atas, sekali ke bawah…Bila sedang di atas janganlah anda lupa diri dan bila sedang di bawah janganlah anda berputus asa…!”
Tetapi ketika situasi hidup telah berubah – dari kesusahan menuju kelapangan, dari sengsara menuju bahagia – banyak sekali manusia yang lupa diri, dan kufur nikmat.
Nabi SAW pernah memaparkan tentang tiga orang yang menjalani ujian hidup; dari kesusahan menuju kesenangan, bahwa; dua diantara mereka bertiga ternyata kandas dalam ujian…

Follower

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More